in ,

Twitter Jadi Media Sosial yang Paling Banyak Ditemukan Ujaran Kebencian

Yuk, lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial

twitter
foto: pixabay

Ngobrolin.id — Saat ini sudah ada virtual police yang bertugas mengawasi setiap konten yang diunggah oleh pengguna media sosial. Ada fakta menarik, ujaran kebencian paling banyak ditemui pada media sosial Twitter.

“Pada periode ini, 125 konten yang diajukan peringatan virtual polisi itu didominasi oleh jenis platform Twitter yang paling banyak,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan seperti dikutip dari laman merdeka.com.

Dari 125 konten yang diajukan, 79 konten berasal dari Twitter. Selanjutnya, disusul dengan konten yang berasal dari Facebook sebanyak 32, Instagram sebanyak 8 konten, YouTube 5 konten, dan WhatsApp 1 konten.

Seluruh konten yang diajukan, 89 konten telah memenuhi kriteria ujaran kebencian, sedangkan 36 konten lainnya tidak lolos sehingga konten tersebut dinyatakan tidak menuju ujaran kebencian.

Dari konten yang masuk kategori ujaran kebencian, 40 konten sudah ditindaklanjuti dengan dikirimkannya pesan langsung, 12 konten lainnya sedang dalam proses peringatan pertama, 9 konten telah masuk proses peringatan kedua, dan 21 konten gagal dikirimi surat karena akun yang mengunggah sudah hilang atau dihapus sebelum virtual police mengirim peringatan.

Untuk akun yang sudah menghilang sebelum dikirimi surat peringatan disebut sebagai Hit and Run.

Penyidik akan memberikan peringatan kepada setiap konten yang mengandung unsur hoaks ataupun ujaran kebencian. Peringatan tersebut akan dikirim secara personal ke akun pengunggah lewat fitur pesan pribadi. Jika pengunggah tidak mematuhi surat peringatan tersebut, nantinya pengunggah akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi mengenai konten yang sudah diunggah.

Tindakan teguran diambil oleh virtual police untuk menciptakan suasana media sosial yang lebih kondusif. Harapannya, dengan adanya teguran yang diberikan, pengunggah bisa membagikan pengalamannya kepada kerabat terdekat untuk tidak menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.

Yuk, mulai sekarang jadi pengguna media sosial yang bijak. Jangan mudah tersulut emosi dengan topik-topik yang belum jelas. Selain itu, pastikan seluruh informasi yang kamu dapatkan di dunia maya sudah benar dan berasal dari sumber tepercaya.

Film Sesat

Review Film Sesat, Gak Serem Tapi Bagus!

jackson wang

Kolaborasi Afgan dan Jackson Wang, Project Rahasia yang Tertunda Akibat Pandemi