in ,

Virus Nipah Asal Malaysia Dikhawatirkan Bisa Menjadi Pandemi Baru

virus nipah
foto: unsplash

Ngobrolin.id — Belakangan ini mulai banyak media yang mengangkat virus nipah, virus yang mulai dikhawatirkan oleh para ahli kesehatan dunia. Virus tersebut berasal dari nama perkampungan di Malaysia, yakni Sungai Nipah.

Virus nipah dikatakan memiliki tingkat kematian hingga 75 persen dan hingga saat ini masih belum ditemukan vaksinnya. Penularan virus berasal dari hewan ternak babi di Malaysia, yang tertular dari kelelawar pemakan buah. Kelelawar tersebut diketahui bergerak secara teratur dari Semenanjung Malaysia ke Pulau Sumatera, lebih tepatnya Sumatera Utara.

Hingga saat ini masih belum ada laporan warga Indonesia yang terindikasi virus tersebut. Namun, Indonesia harus berhati-hati dengan virus asal Malaysia tersebut karena bisa menular melalui perdagangan hewan ternak.

Penularan virus terjadi melalui cairan seperti darah, urine, dan air liur hewan yang sudah terinfeksi. Penularan biasanya terjadi setelah seseorang melakukan kontak fisik secara langsung dengan hewan tersebut. Hewan yang terinfeksi juga bisa mengontaminasi produk makanan seperti buah-buahan karena hewan tersebut mengonsumsi buah sehingga air liurnya menempel di buah.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Epidemiolog Universitas Griffith, Dicky Budiman menjelaskan bahwa virus ini menular dari satu populasi. Keberadaan virus ini bisa menghabiskan hingga tiga perempat populasi tersebut. Tingginya tingkat serangan virus membuat virus ini berada di daftar teratas virus yang diwaspadai bisa menjadi pandemi.

Virus ini memiliki gejala klinis yang bervariasi, mulai dari gangguan pernapasan, batuk, sakit tenggorokan, kelelahan dan ensefalitis, hingga pembengkakan otak yang bisa membuat seseorang kejang-kejang dan meninggal.

Virus nipah pertama kali menyebar di Malaysia pada 1999. Pada tahun tersebut diduga ada 300 orang yang tertular virus tersebut dari kawanan babi. Babi yang dikonsumsi oleh masyarakat diduga sudah terjangkit virus karena memakan sisa buah yang dimakan oleh kelelawar dari famili Pteropodidae. Kelelawar tersebutlah yang menjadi pembawa virus nipah.

Dikabarkan wabah tersebut bisa berakhir setelah satu juta ekor babi dikorbankan. Melihat tingginya ancaman virus nipah, pada Maret 2020 Koalisi untuk Persiapan Epidemi memberikan dana sebesar US$25 juta untuk melakukan penelitian terkait virus nipah terhadap manusia

tanaman catnip

Catnip, Tanaman Favorit Kucing yang Bisa Bikin Rileks

film serial harry potter

Film Harry Potter Diangkat Jadi Serial TV, Hoaks atau Bukan Nih?