in

Vitiligo, Penyakit Kulit Belang yang Tak Menular

Vitiligo bisa menyerang bagian tubuh mana pun!

Penyakit vitiligo
Foto: pexels

Ngobrolin.id Penyakit vitiligo atau kulit belang menjangkiti beberapa orang di dunia. Diperkirakan, satu dari seratus orang mengidap penyakit ini. Vitiligo bisa menyerang bagian tubuh mana pun, termasuk bagian dalam mulut, mata, dan rambut.

Warna kulit, rambut, dan mata dihasilkan oleh sel pigmen yang terdapat pada tubuh. Sementara, pada penderita vitiligo, sel pigmen tersebut berhenti memproduksi pigmen. Akibatnya, beberapa bagian tubuh pun terdapat bercak putih yang tak berpigmen.

Penyakit vitiligo umumnya akan lebih terlihat pada orang dengan kulit gelap. Hal ini karena kehilangan pigmen di beberapa bagian akan lebih mencolok dibandingkan orang berkulit lebih terang. Umumnya, vitiligo akan diderita oleh orang berusia kurang dari 20 tahun.

Hingga kini, belum diketahui dengan pasti alasan sel pigmen tersebut berhenti memproduksi pigmen tubuh. Tetapi, dugaan sementara pada penderita vitiligo sebagai berikut.

Penyakit ini diduga merupakan kelainan genetik yang diturunkan. Ada dugaan juga bahwa vitiligo merupakan penyakit autoimun. Penyakit autoimun didefinisikan ketika suatu kondisi sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel tubuh sehat, termasuk sel penghasil pigmen.

Ada beberapa tanda penderita mulai terkena vitiligo. Pertama, hilangnya warna pada bagian rambut, janggut, bulu mata, dan alis. Hilangnya warna ini membuat penderita tampak seperti memiliki uban.

Selanjutnya, hilangnya pigmen di bagian hitam mata, bagian dalam mulut dan hidung, serta di area kelamin. Hilangnya warna pada bagian retina mata ini bisa juga berupa berubahnya warna retina.

Sejumlah penderita merasakan nyeri dan gatal di area kulit yang terkena vitiligo. Selain itu, akan muncul ruam di area kulit yang terserang. Gatal ini muncul setelah terpapar sinar matahari.

Bercak ini umumnya akan muncul di kedua sisi tubuh dan tampak simetris. Bercak tersebut akan mengalami perkembangan dan berhenti berulang kali. Bercak ini bisa dihambat pada masa perkembangan awalnya bila mendapat penanganan yang tepat.

Penyakit ini juga bisa diobati agar warna kulit kembali seperti semula. Akan tetapi, beberapa pengobatan juga memiliki efek samping. Pasien sangat perlu pendampingan dari dokter kulit agar tidak salah menggunakan obat-obatan pemberi warna pigmen tubuh tersebut.

Beberapa obat-obatan yang umum digunakan antara lain kortikosteroid oles, yaitu berupa krim atau salep yang mencegah bercak menyebar. Krim ini juga digunakan untuk mengembalikan warna kulit pada tahap awal.

Obat lainnya adalah tacrolinus yang bisa digunakan untuk mengobati vitiligo pada daerah kecil. Selain itu, hydroquinone yang bisa digunakan oleh banyak pasien untuk mengobati vitiligo. Obat ini sendiri paling banyak digunakan oleh penderita.

Membuat pesta kejutan

Meriahkan Kejutan Teman Tanpa Bikin Kantong Menjerit

Jajanan dari aci

10 Jajanan Legendaris dari Aci, Wajib Cobain!