in

Waw, 3 Berang-berang Mulai Dilepasliarkan di Ciliwung, Pertanda Apa Nih?

Mari kita jaga agar Ciliwung menjadi tempat konservasi yang indah

sungai ciliwung
foto: unsplash

Ngobrolin.id — Momen bersejarah bagi Sungai Ciliwung baru terjadi kemarin. Hal ini karena Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Komunitas Ciliwung Depok melepasliarkan tiga berang-berang cakar kecil atau Aonyc cinereus di Sungai Ciliwung di daerah Depok. Pelepasliaran tersebut dilakukan dalam rangka menjadikan Ciliwung sebagai taman edukasi dan konservasi.

Sungai Ciliwung sudah menjadi salah satu sungai terpopuler di Indonesia. Banyak sejarah yang berkaitan dengan sungai yang melewati Kota Bogor, Depok, dan DKI Jakarta ini.

Dulunya, sungai ini merupakan satu dari empat benteng alam Kerajaan Pajajaran pada 1482—1567. Benteng alam tersebut membuat Kesultanan Banten kewalahan untuk menaklukkan ibu kota Pakuan yang berada di Kota Bogor. Benteng alam tersebut adalah sungai besar Ciliwung dan Cisadane, kemudian ditambah Gunung Salak dan Pangrango.

Pada zaman kolonial, Pemerintah Belanda sangat fokus merawat bagian hulu sungai demi melindungi Batavia dari bencana banjir besar. Pemerintah Belanda mulai membangun Bendungan Katulampa dan Bendungan Karya.

Namun, wajah sungai tersebut semakin hari semakin berubah karena adanya penumpukan sampah, pencemaran limbah, dan lain-lain. Sungai ini sering disebut-sebut ketika bencana banjir mulai melanda daerah ibu kota. Kerusakan mulai terjadi hampir di sebagian badan sungai sehingga membuat ekosistem di Sungai Ciliwung dianggap tidak baik bagi binatang.

Sejak saat itu, banyak orang mulai bergerak untuk memperbaiki ekosistem sungai bersejarah ini. Gerakan tersebut kini telah membuahkan hasil, pelepasliaran tiga berang-berang tersebut menjadi pertanda bahwa ada ikan yang hidup di sungai tersebut sebagai pakan berang-berang. Itu tandanya ekosistem Ciliwung perlahan mulai kembali membaik.

Ciliwung dianggap cocok menjadi habitat alami bagi berang-berang karena sungai ini memiliki panjang sekitar 120 kilometer.

Kabar tersebut tentunya disambut baik oleh warganet. Tetapi, sebagian besar warganet khawatir, berang-berang tersebut dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, pencurian kucing dan burung peliharaan saja masih marak terjadi di daerah tersebut, apalagi berang-berang yang dilepas ke alam bebas.

Kekhawatiran tersebut masih belum terjawab hingga saat ini. Semoga saja pihak KLHK dan komunitas Sungai Ciliwung telah mempersiapkan pengamanan yang terbaik untuk ketiga berang-berang tersebut.

OCD

Gregetan Lihat Barang Tidak Rapi, Kamu Beneran OCD atau Hanya Perfeksionis?

teka teki tika

Teka Teki Tika, Film Terbaru Ernest Prakasa yang Sedang Digarap