in ,

Yakin Masih Mau Beli Buku Bajakan? Ini Kerugiannya Lho!

yuk mulai hargai karya yang kamu suka

buku bajakan
Foto: freepik

Ngobrolin.id — Dari dulu hingga saat ini ketika zaman sudah berubah semakin modern, kasus pembajakan buku masih saja terus terjadi. Tentunya, fenomena buku bajakan sangat meresahkan bagi penulis dan pihak penerbit. Kerugian bajakan tidak hanya dirasakan oleh penulis dan penerbit, tetapi juga terhadap diri kamu sendiri, lho!

Belum lama ini Tere Liye, penulis novel Pulang mengungkapkan kritikannya secara tegas terhadap peredaran buku bajakan di laman e-commerce. Kritikan tersebut menuai reaksi beragam dari warganet.

Terlepas dari kontroversi kata-kata yang digunakan oleh Tere Liye, kamu harus menyadari betapa merugikannya membeli buku bajakan. Berikut ini Tim Ngobrolin bakalan kasih beberapa kerugian yang bisa kamu dapatkan ketika membeli buku bajakan.

Membuat mata rantai pembajakan buku semakin berjaya

Ketika kamu membeli buku bajakan, kamu sama saja dengan menjaga mata rantai pembajakan buku terus berlangsung. Itu artinya, pihak pembajak buku akan semakin kaya karena produk yang mereka jual masih diminati pelanggan.

Tidak menghargai jerih payah penulis

Dalam membuat buku, penulis harus bekerja secara ekstra agar karya yang dihasilkan bagus dan disukai pembaca. Penulis harus mencari ide yang menarik, merangkainya menjadi cerita, dan menyusunnya hingga seluruh rangkaian cerita selesai dibuat. Proses pembuatan buku belum sampai di situ, isi konten buku yang sudah dibuat akan dikirim ke penerbit untuk masuk ke tahap produksi buku fisik. Sangat panjang, bukan?!

Jadi, kalau kamu beli buku bajakan, kamu sama saja tidak menghargai seluruh rangkaian tersebut.

Menurunkan motivasi penulis

Royalti yang didapatkan oleh penulis terbilang tidak begitu besar, sedangkan penulis butuh waktu lama dan membutuhkan uang untuk melanjutkan hidup. Jadi, kalau royalti yang didapatkan sudah tidak begitu besar, terus kamunya malah membeli buku bajakan, pantas saja para penulis melontarkan kritikan tajam dan mulai malas menghasilkan karya.

Tidak bisa merasakan sensasi membaca buku asli

Harga buku asli memang lebih mahal daripada bajakan. Hal tersebut dikarenakan kualitas kertas serta hasil cetakannya lebih baik. Makanya, sensasi membaca di buku asli bakalan lebih seru dibanding buku bajakan. Lagi pula, kamu bisa dengan bangga memamerkan atau meminjamkan buku tersebut kepada teman.

Ngobrolin.id — Dari dulu hingga saat ini ketika zaman sudah berubah semakin modern, kasus pembajakan buku masih saja terus terjadi. Tentunya, fenomena buku bajakan sangat meresahkan bagi penulis dan pihak penerbit. Kerugian buku bajakan tidak hanya dirasakan oleh penulis dan penerbit, tetapi juga terhadap diri kamu sendiri, lho!

Belum lama ini Tere Liye, penulis novel Pulang mengungkapkan kritikannya secara tegas terhadap peredaran buku bajakan di laman e-commerce. Kritikan tersebut menuai reaksi beragam dari warganet.

Terlepas dari kontroversi kata-kata yang digunakan oleh Tere Liye, kamu harus menyadari betapa merugikannya membeli buku bajakan. Berikut ini Tim Ngobrolin bakalan kasih beberapa kerugian yang bisa kamu dapatkan ketika membeli buku bajakan.

Membuat mata rantai pembajakan buku semakin berjaya

Ketika kamu membeli buku bajakan, kamu sama saja dengan menjaga mata rantai pembajakan buku terus berlangsung. Itu artinya, pihak pembajak buku akan semakin kaya karena produk yang mereka jual masih diminati pelanggan.

Tidak menghargai jerih payah penulis

Dalam membuat buku, penulis harus bekerja secara ekstra agar karya yang dihasilkan bagus dan disukai pembaca. Penulis harus mencari ide yang menarik, merangkainya menjadi cerita, dan menyusunnya hingga seluruh rangkaian cerita selesai dibuat. Proses pembuatan buku belum sampai di situ, isi konten buku yang sudah dibuat akan dikirim ke penerbit untuk masuk ke tahap produksi buku fisik. Sangat panjang, bukan?!

Jadi, kalau kamu beli buku bajakan, kamu sama saja tidak menghargai seluruh rangkaian tersebut.

Menurunkan motivasi penulis

Royalti yang didapatkan oleh penulis terbilang tidak begitu besar, sedangkan penulis butuh waktu lama dan membutuhkan uang untuk melanjutkan hidup. Jadi, kalau royalti yang didapatkan sudah tidak begitu besar, terus kamunya malah membeli buku yang tidak asli, pantas saja para penulis melontarkan kritikan tajam dan mulai malas menghasilkan karya.

Tidak bisa merasakan sensasi membaca buku asli

Harga buku asli memang lebih mahal daripada bajakan. Hal tersebut dikarenakan kualitas kertas serta hasil cetakannya lebih baik. Makanya, sensasi membaca di buku asli bakalan lebih seru dibanding buku bajakan. Lagi pula, kamu bisa dengan bangga memamerkan atau meminjamkan buku tersebut kepada teman.

bridal shower

Bridal Shower, Tradisi Menjelang Pernikahan Kalangan Mineal

memandikan kucing

Memandikan Kucing Sendiri di Rumah? Why Not!