in ,

Yuk, Bantu si Kecil Atasi Diseleksia

Anak dengan diseleksia sangat butuh bantuan dari orang tua, lho

Mengatasi diseleksia
Foto: pexels

Ngobrolin.idMengatasi diseleksia yang diderita oleh anak tak hanya tanggung jawab guru di sekolah. Di rumah, orangtua harus berperan aktif dalam membantu hal tersebut. Anak yang kesulitan memahami huruf dan bahasa pun perlahan akan mengerti dan menyesuaikan diri. Lantas, apa yang harus dilakukan orangtua?

Orangtua seharusnya tidak langsung menghakimi anak yang mengalami kesulitan. Jika si kecil memiliki kekurangan, support dengan berbagai cara agar kepercayadiriannya tidak berkurang. Si kecil juga butuh pertolongan, lho, dalam bentuk verbal dan tindakan.

Diagnosis diseleksia dapat dilakukan dengan melihat perkembangan anak. Selain itu, ada tes psikologis dan tes akademik yang dapat dilakukan. Jika terbukti, jangan berkecil hati. Yuk, simak langkah-langkah berikut yang bisa Moms lakukan.

Salah satu metode yang cukup efektif adalah dengan menggunakan metode fonik. Penderita diseleksia akan diajari mulai dari mengenali bunyi kata yang terdengar mirip, mengeja dan menulis, memahami huruf dan susunannya, membaca kalimat dengan tepat, hingga menyusun kalimat dan memahami kosa kata baru.

Di rumah, anak dapat melakukan kegiatan membaca dengan suara keras bersama orangtua. Pada usia 6 bulan atau lebih muda, langkah ini akan lebih efektif. Jika anak sudah lebih besar, membaca cerita dongeng bergambar bersama-sama dapat menjadi solusi. Sebelumnya, perdengarkan cerita tersebut kepada anak, ya.

Ajak guru pengajar si kecil di sekolah untuk bekerja sama. Kadang kala, guru kurang memahami kekurangan murid karena dalam satu kelas terdapat banyak murid. Membicarakan keadaan si kecil merupakan langkah tepat agar guru juga memberikan arahan yang tepat. Jangan sungkan untuk mencari tahu perkembangan anak di sekolah.

Batasi waktu anak untuk mengakses hiburan, seperti televisi dan smartphone. Lebih baik, waktu tersebut digunakan untuk belajar membaca. Hindari menggunakan larangan yang terlalu keras dan membuat anak kesal.

Sebaliknya, cari tema bacaan yang disukai anak-anak. Saat belajar pun carilah lingkungan dan tempat yang menyenangkan sehingga anak fokus dan tertarik untuk belajar.

Terakhir, Moms bisa bergabung dengan support group. Tak hanya anak yang mengalami kesulitan mengenali huruf, orangtua pun terkadang kesulitan memahami dan mengakses cara memperbaiki keadaan anak. Dengan menemukan support group yang saling menguatkan, orangtua pun akan lebih mudah mengakses berbagai cara untuk meningkatkan kemampuan si kecil.

 

menyimpan daun bawang

Begini Cara Simpan Daun Bawang, Dijamin Awet!

memasak dengan serai

Tips Memasak dengan Serai agar Aroma Menggoda Lebih Terasa