in ,

Yuk, Mom Mulai Kenali Gejala Disleksia

gejala disleksia
Foto: pixabay

Ngobrolin.id — Pernahkah Moms mendengar tentang disleksia? Disleksia adalah sebuah gangguan perkembangan ditandai dengan kesulitan baca tulis. Gangguan ini biasa diderita ketika anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun. Yuk, Moms mulai kenali gejala disleksia.

Ciri-ciri yang terjadi jika anak mengidap disleksia antara lain kesulitan membaca dan mengeja. Selain itu, anak bermasalah dalam mengekspresikan sesuatu melalui tulisan. Bisa juga ditandai dengan kesulitan meringkas suatu cerita. Selain itu, penderita disleksia juga kesulitan mengingat hal-hal yang berurutan, misalnya nomor telepon.

Tapi jangan khawatir Moms, disleksia pada anak masih bisa diatasi dengan beberapa cara. Jika si kecil terindikasi menderita disleksia, Moms bisa mengajaknya melakukan latihan menulis dan membaca secara bertahap. Jangan dipaksakan ya, Moms. Lakukan dengan riang gembira bersama anak.

Munculkan kepercayadirian pada anak. Anak dengan disleksia cenderung kurang percaya diri karena kemampuannya dinilai kurang dari anak lainnya. Terus semangati anak agar tetap pede dan mau berkembang.

Hindari menyuruh anak menyelesaikan tugasnya sendiri. Dampingi dan ajak anak untuk bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut. Pendampingan tersebut diperlukan agar anak merasa tidak sendiri.

Disleksia tidak memengaruhi kecerdasan. Bahkan, banyak tokoh dengan disleksia yang tetap berprestasi dengan kekurangannya tersebut. Contohnya Deddy Corbuzier. Pesulap profesional yang sekarang menjadi pembawa acara (host) ternama ini kesulitan dalam menghafal nama orang dan jalan. Namun, ia tetap memiliki IQ yang sangat tinggi, bahkan hingga 160.

Selain Deddy Corbuzier, beberapa tokoh lain yang menderita disleksia antara lain Albert Einstein, Steve Jobs, hingga Thomas Alva Edison. Hal ini membuktikan bahwa anak dengan disleksia pun masih punya banyak kesempatan meraih impian.

Kisah tentang penderita disleksia ini pernah beberapa kali diangkat dalam film. Sebut saja film keluarga dari India berjudul Taare Zameen Par. Film ini menceritakan tentang seorang anak yang kesulitan dalam akademis sehingga ia disekolahkan di sebuah boarding school. Dan, di sana ia bertemu dengan seorang guru yang sangat mendukung dirinya.

Penanganan yang tepat pada anak yang mengidap disleksia bisa membuatnya tetap berprestasi di sekolah. Begitu pula dukungan dari lingkungan sekitar. Perkembangan anak pun akan jadi lebih baik.

karya sastra romantis

Sederet Karya Sastra Romantis yang Jadi Film Bombastis

sleep paralysis

Mengintip Mitos di Balik Sleep Paralysis